Traveling Parenting adalah pola pengasuhan yang dilakukan orang tua bersama anak, saat bepergian bersama. Traveling Parenting berfokus pada investasi ingatan. Tentang bagaimana orang tua dapat menanamkan rasa bahagia, kenangan yang menyenangkan, maupun memori yang mengantarkan senyum di wajah anak-anak saat mereka mengingat masa-masa bersama orang tuanya—bahkan lama setelah momen-momen tersebut lewat.

MENGAPA TRAVELING PARENTING?

Orang tua menanamkan investasi pada anak-anaknya. Investasi terbaik dan terpenting adalah investasi ingatan.— Ajeng Raviando

 

Tanpa disadari, setiap hari, kita telah melakukan Traveling Parenting.

Ada banyak momen dalam hidup ketika orang tua dan anak punya kesempatan bepergian bersama. Tak harus dalam rangka berlibur ke tempat yang jauh; atau dengan menghabiskan budget yang lumayan. Mengantar anak ke sekolah, berbelanja ke pasar, atau menjenguk sanak keluarga bersama anak-anak, juga tak lepas dari elemen traveling.

Momen bepergian memungkinkan orang tua dan anak hadir di tempat yang sama, dan berbagi ruang yang sama, dalam jangka waktu tertentu. Perjalanan keluarga yang dimanfaatkan dengan baik, sesungguhnya dapat menjadi kesempatan bagi orang tua untuk mengeksplorasi minat dan bakat anak lebih dekat.

Pertanyaannya, apakah kita—sebagai orang tua—menyadari dan mengetahui cara menggunakan waktu bepergian atau berlibur untuk melakukan Traveling Parenting bersama anak?

Mengasah Kepekaan di Luar Zona Nyaman

Dalam perjalanan, baik orang tua maupun anak melangkah keluar sejenak dari zona nyaman masing-masing—memungkinkan orang tua dan anak untuk berinteraksi dengan pola yang sedikit berbeda dari biasanya.

Traveling mengasah kepekaan orang tua dan anak untuk:

  • memecahkan masalah
  • merencanakan kegiatan dan aktivitas bersama
  • bernegosiasi dan berkompromi
  • bertenggang rasa dan bertoleransi
  • berinteraksi secara sosial dengan satu sama lain; atau dengan orang-orang yang ditemui dalam perjalanan
  • beradaptasi dan memahami budaya, lingkungan, maupun latar belakang yang berbeda-beda

Traveling Parenting Saat Berlibur Bersama Keluarga

The world is a book and those who do not travel read only one page. – St. Agustine

Liburan bersama keluarga—jauh maupun dekat—merupakan investasi ingatan yang cukup signifikan. Anak-anak cenderung mengingat momen-momen liburan maupun perjalanan dengan lebih intens, karena momen ini berbeda dari rutinitas mereka yang biasa. Oleh karenanya, Traveling Parenting berupaya memunculkan emosi dan ikatan positif antara orang tua dan anak dalam masa liburan. Mereka bersama-sama berinvestasi terhadap ingatan-ingatan baik.

Selama liburan, biasanya orang tua bisa merasa lebih rileks—tak lagi didera lelah sepulang bekerja atau beraktivitas seharian. Rasa marah atau tertekan dapat dikurangi, agar interaksi dengan anak menjadi lebih lepas, cair, dan harmonis. Anak-anak pun dapat keluar dari rutinitas mereka, dan menampilkan sisi diri yang mungkin tak biasa terlihat di rumah sehari-hari.

Ketika orang tua sadar akan pentingnya momen Traveling Parenting saat bepergian atau berlibur, dan memahami cara-cara menerapkannya, perjalanan dan liburan dapat menjadi kesempatan untuk menanamkan nilai-nilai baik kepada anak, dan memperkuat ikatan keluarga.

Nilai-nilai Traveling Parenting

  • Lebih dari sekadar jalan-jalan, liburan merupakan waktu yang tepat untuk menginvestasikan ingatan positif, bukan negatif
  • Traveling Parenting mengedepankan pola pengasuhan dengan reward akan perasaan baik dan menyenangkan, bukan atas dasar rasa takut atau hukuman
  • Perjalanan atau liburan memungkinkan orang tua dan anak terpapar pada hal-hal dan kebiasaan berbeda, dan mengeluarkan mereka dari zona nyaman
  • Perjalanan memperluas wawasan dan pandangan hidup bagi orang tua dan anak
  • Traveling Parenting membantu orang tua dan anak belajar bersikap harmonis terhadap orang lain dan satu sama lain
  • Ingatan dan interaksi yang baik saat bepergian atau berlibur membantu orang tua dan anak bersentuhan dengan authentic happiness: bahagia saja, bukan bahagia karena apa

Jadi, sudahkah kita menerapkan Traveling Parenting saat bepergian atau berlibur bersama anak-anak?

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *